23 Mei, 2017

Puisi: Embun Malam

Embun pun mulai turun dari pucuk malam
Temani berbaurnya kerinduan semalam
Perlahan bersatu mengumpul dalam dada
Basahi jiwa gaduhku

Warna lentera kamar lebih dulu remang-remang
Padamkan pancaran mata pada bulan malam
Yang selimutiku
Dan mengantarkanku pada kerinduan itu

Kalau saja memang dapat ia tenggelamkan kekacauan hati
Biar gaduh tiada lagi bisa meradang
Maka bersumpahlah padaku
Kalau bulan takkan muncul kembali

Embun Malam | Copyriht Frepik.com

Muhammad Fadillah Arsa

Seorang mahasiswa yang senang menghabiskan waktu dan kuota internetnya demi kehidupan blogging.

Mungkin Sahabat Juga Menyukai...