20 Mei, 2017

Puisi: Merangkul

Setapak jalan ialah asa yang hendak ku bekukan
Atas hidayah dan seonggok cercaan
Di setiap takdirku

Meski hanya dilindung tudung
Yang menggiring burung-burung terbang ketakutan
Aku ini hidup dalam dunia percontohan
Sembari menyisir hati manusia kufur

Lihatlah, jemariku telah tersedu menangis
Tampak pucat, lantaran memandang langit tak kunjung menyirami
Sepetak kehidupan tanpa sumber penghidupan

Sebenarnya aku tengah lelah
Hati pedih tersayat, layak baju rombengku yang berkarat
Diterpa ombang-ambing gemerlap jalan

Tengoklah kemari kawan,
Bagaimana ku rangkul bumi dengan peluh
Tiada mengerang
Memupuk cinta bagimu
Atas tekad kehidupan

Bandung, 19 September 2015

Merangkul | Copyright Khag.net

Muhammad Fadillah Arsa

Seorang mahasiswa yang senang menghabiskan waktu dan kuota internetnya demi kehidupan blogging.

Mungkin Sahabat Juga Menyukai...