20 Mei, 2017

Puisi: Suara-Suara Itu

Suara-suara menghenyak hari-hariku
Sampai langit rumah mengurung diri
Menyisakan lubang di pelataran

Suara-suara itu menghenyak langgar permainan hari-hariku
Tubuhku digerayaminya hingga tersungkur layu
Dipugar hingga ke hati
Dicari sampai melepas jiwanya

Kata-kata hidup percuma menutup laranya
Terkubur dalam-dalam karena tangis sudah mengendap lama
Karena itulah simpanan permata hati
Atau barangkali memang itulah takdir tandanya

Bandung, November 2015 s.d. Mei 2016

Suara-Suara Itu | Copyright Freepik.com

Muhammad Fadillah Arsa

Seorang mahasiswa yang senang menghabiskan waktu dan kuota internetnya demi kehidupan blogging.

Mungkin Sahabat Juga Menyukai...