20 Mei, 2017

Puisi: Tilas Kematian

Meski langit tengah rebah
Menangisi kepergian sang mentari pagi
Senandung nyanyian alam kan selalu mengitari suka
Yang hidup dalam benak melati-melati kecil

Memang, duka tak akan menjadi kata-kata mati
Selagi kita tiada bersama cahaya cinta
Karena diri sudah rela menapaki sebuah jalan kosong
T’lah terbunuh manisnya hidup

Sekarang, biarkanlah dadaku meraung-raung menebar asa
Pada masa yang terombang-ambing dongeng nestapa
Supaya langit kembali memekarkan hati yang telah padam
Dan bisa melupakan setetes kepedihan

Percayalah padaku akan satu peristiwa
Bahwa keindahan adalah tilas kematian

Bandung, 27 September 2015

Tilas Kematian | Copyright Freepik.com

Muhammad Fadillah Arsa

Seorang mahasiswa yang senang menghabiskan waktu dan kuota internetnya demi kehidupan blogging.

Mungkin Sahabat Juga Menyukai...